Syarat dan Ketentuan

Hak

  • Pemberi Modal berhak atas laporan kemajuan aktifitas proyek melalui sistem pelaporan yang disiapkan di dalam akun setiap Pemberi Modal di TernaGo.
  • Pemberi Modal mendapatkan bagi hasil ketika aktifitas proyek sudah berjalan dan panen.
  • Persentase bagi hasil antara Pemberi Modal, Peternak dan TernaGo adalah sebesar 30:60:10. Bagi hasil dihitung berdasarkan keuntungan yang diperoleh (nett pofit), setelah dikurangi beban atau biaya yang timbul.
  • Nett Profit, yaitu keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan ternak dalam satu proyek investasi selama masa panen, dikurangi dengan dana modal, kemudian dibagi dengan banyak jumlah slot dalam satu proyek investasi.
  • Pemberi Modal dari waktu ke waktu berhak untuk melakukan kunjungan peternakan dari proyek yang didanai, dengan melakukan konfirmasi ke contact person TernaGo untuk dapat dipandu ke lokasi peternakan.
  • Pada akhir periode investasi, Pemberi Modal memiliki hak untuk memutuskan apakah menarik dana investasi atau mengikuti program investasi lainnya.

Kewajiban

  • Pemberi Modal wajib menyelesaikan periode investasi, tidak bisa menarik dananya di tengah periode investasi dengan alasan apa pun.
  • Pemberi Modal di awal berlakunya Sertifikat Kepemilikan Saham (SKS) wajib membayar untuk biaya bibit, pakan, obat, biaya pemeliharaan, biaya pengembangan teknologi dan administrasi dimana semua biaya ini sudah termasuk di dalam harga per satu slot investasi.
  • Pemberi Modal wajib menjaga keberadaan SKS agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
  • Pada saat berakhirnya periode investasi, Pemberi Modal wajib mengikuti salah satu opsi yang diberikan oleh pengelola dana yaitu menarik dana investasi atau mengikuti program investasi lainnya.
  • Apabila memilih untuk mengikuti program investasi lainnya, maka Pemberi Modal wajib membayar perpanjangan periode investasi penanaman dengan nilai investasi mengikuti nilai yang berlaku pada proyek yang dipilih saat itu.

Resiko

  • Seperti investasi di sektor riil lainnya, bisa mengalami keuntungan bila aktivitas proyek memberikan hasil seperti yang diperkirakan.
  • Namun bisa juga mengalami kerugian karena satu dan lain hal, seperti rendahnya harga jual dan operasional membengkak.
  • Untuk meminimalkan resiko ini TernaGo menjalin kerjasama dengan beberapa mitra peternak yang memiliki pasar tetap, serta mempunyai kedisiplinan dalam mengelola bisnisnya, serta terdapat mekanisme mitigasi resiko yang mungkin timbul.
  • Untuk kasus force major, maka dampak dari kerugian tersebut menjadi tanggung jawab Pemberi Modal melalui tidak dapatnya dana modal ditarik kembali sebagian atau seluruhnya, sesuai dengan laporan keuangan yang disampaikan oleh TernaGo.
  • Jika kerugian disebabkan adanya kesalahan yang dilakukan oleh peternak dalam merawat hewan ternak atau sebagainya, maka Pemberi Modal dibebaskan dari tanggungjawab atas resiko tersebut.
  • Jika peternak telah disiplin dalam melaksanakan segala hal yang menjadi tanggungjawabnya (ditunjukan melalui Laporan), namun tetap terjadi kerugian di akhir periode, maka kerugian menjadi tanggungjawab TernaGo dan Pemberi Modal, dibagi menjadi dua, yaitu 50:50.
  • Dari sisi Pemberi Modal dianjurkan untuk mendiversifikasi investasi ke beberapa produk yang kami tawarkan, dengan harapan mengurangi resiko yang ada pada Pemberi Modal.